
Menjelang berakhirnya IN 1, Pak Subakri sudah memberikan gambaran akan
ada tugas selama ON 1 tanggal 19 Mei sampai dengan ON 5 tanggal 24 Mei dengan 6
tugas yang harus dikerjakan dan materi akan dishare melalui group setiap
harinya. Belum juga berhenti membayangkan tugas ON 1 klik disini, tak dinyana –
nyana di hari yang sama saat IN 1 tepat pukul 15.36 tugas sudah di share
melalui wa group. Tidak tanggung - tanggung 3 tugas harus diselesaikan hingga pukul
22.00 dan diakhiri kata – kata “waspadalah”.
Disela – sela tugas negara sebagai ”wonder mother” meski dengan rasa lelah,
hati grundel belum lagi dihadapkan pada rewelnya anak2 karena persiapan lomba
patrol tapi tugas tetap tugas dengan durasi waktu kurang lebih 7 jam dan kata
kunci yang menjadi “jurus maut” tugas
ON ini, tugas tetep harus saya kerjakan demi membangun sebuah chemistry yang hilang.
Setelah upload melalui formulir esok paginya pukul 04.56 sudah muncul
lagi tugas ON 2 klik disini dengan tolerasi waktu pengumpulan lebih
diperpanjang pukul 24.00 tetap dengan jurus mautnya “wapadalah” namun tetap saja pukul 22.00 sudah diupload hasil karya
teman – teman yang sudah selesai mengerjakan…Tapi saya selalu berusaha
mengupload tugas sebelum waktu yang ditentukan berakhir. Huufff…Dan yang paling
membuat “keder” itu petunjuk dibagian paling bawah dari lembaran formulir, prepare
tugas ON 3 untuk membuat header dengan gambar ukuran 37 x 4cm dan foto harus
diedit memakai photoshop/paint. Wuahhhh…ada yang menarik disela2 perintah tugas
itu. Jika kesulitan kirim foto ke 08.…21 (wa japri). Saya fikir daripada masih
puyeng lagi saya kirim aja foto saya melalui wa japri tapi hanya diberikan
jawaban emot smile glasses. OMG....kayaknya
feeling saya g meyakinkan, eh…sampai menjalankan tugas ON 3 koq saya tidak juga
dapat kiriman foto yang sudah diedit yach…seperti punya beberapa teman yang jg
sudah dishare hasilnya. Dengan keterbatasan saya berphotoshop, saya tetap
berupaya membuat meski harus meminta bantuan teman seperjuangan bahkan sang
ketua osis yang kebetulan lewat ke ruang guru pun menjadi sasaran…dan eng ing
eng…karena pengerjaannya juga uber2an dengan waktu akhirnya headernya terlalu
besar buat dipasang..
Sementara saya tinggalkan masalah header dengan foto, saya fokus lagi
mengerjakan tugas yang semakin hari semakin bikin puyeng meskipun menyenangkan.
Selepas subuh hal yang paling ditunggu – tunggu adalah info tentang tugas. Dan
pada pukul 05.21 tugas ON 3 klik disini sudah bisa dilihat. Meskipun tugasnya
tidak banyak tetapi sangat menguras tenaga karena harus kembali utag uteg dunia
bloger dan mencari literature artikel yang bisa di link dengan tugas yang tengah
dikerjakan. Ditambah lagi jurus maut “waspadalah”
yang selalu menjadi pecut diri untuk segera menyelesaikan tugas. Belum juga
selesai mengerjakan sudah ada karya beberapa teman yang dishare dan ini menjadi
pemicu agar bisa tampil lebih baik dari yang sudah ditampilkan. Garap tugas ON
3 ini saking getolnya mulai di sekolah disela –sela sedang mengawasi PAT hingga
tak terasa sampai semalam suntuk tidak tidur. Mau tidur pun sudah menjelang
sahur sehingga terpaksa berhenti sejenak untuk menyiapkan makan sahur dan
kembali berlanjut hingga usai subuh.
Selesai mengerjakan tugas ON 3 rasanya sudah kepengen menyerah saja…Duduk
berjam – jam di depan laptop buka Cuma badan yang pegel tapi juga mata terasa
lelah. Masih juga ada symbol tanda tanya
dalam diri Mampukah? Yakinkah?
Sanggupkah?... Membayangkan tugas berikutnya saja pasti akan bertambah
rumit. Dan benar saja dugaan saya tugas On 4 klik disini memang mudah….masih didunia link...link...mengasyikkan namun yang bikin ruwet itu saat tiba di penghujung tugas ON 5 klik disini buat blog baru khusus pembelajaran. Membayangkan saja sudah ruwet karena di sekolah kami fasilitas IT juga saja masih belum maksimal apalagi ada larangan membawa HP Android (meskipun banyak peserta didik kami yang sering sembunyi - sembunyi membawanya ). Plus keruwetan – keruwetan lainnya
yang selalu menghiasi ketika sudah tiba di rumah terlebih pasukan krucil saya
yang super aktif dan tidak bisa diam.
Alhasil ditengah proses membuat
blog itulah saya mencoba menelusuri dengan perlahan sambil mencari dan
mengingat kembali belajar otodidak saya pertama kali membuat blog di
pertengahan akhir tahun 2008 dan sempat vakum selama 5 tahun terakhir ini. Memang
banyak perbedaannya tampilan blog saya dulu dengan yang sekarang. Dan ini sudah
menunjukkan bahwa hasil tak akan mengkhianati sebuah proses. Belajar secara
otodidak memang menyenangkan karena sesuai dengan keinginan hati namun belajar
secara terstruktur melalui pelatihan pun akan jauh lebih menyenangkan karena
ilmu yang didapatkan justru lebih komplit. Bedanya hanya masalah waktu, ketika
kita belajar otodidak maka kita bisa sesukanya tanpa ada batasan waktu
sedangkan melalui pelatihan kita harus mampu menunjukkan hasil dari proses
pelatihan itu dalam batas waktu yang ditentukan.
Seperti itulah kesan – kesan saya selama mengikuti pelatihan IT. Pesan
saya untuk kemajuan pelatihan IT berikutnya adalah pembelajaran karakter.
Bagaimanapun belajar IT itu penting dan menyenangkan jika dinikmati dengan
hati. Namun harus diperhatikan juga tidak semua peserta dengan cepat mampu
menerima proses pembelajarannya karena modalitas belajar masing – masing individu
yang berbeda – beda. Dan akan lebih baik lagi jika pelatihan ini dibuat
terpisah untuk guru SD dan guru SMP. Saya yakin pesertanya pasti akan lebih
banyak lagi
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar